Skor tak berperikemanusian terjadi kala Barcelona bertemu dengan Huesca di lanjutan La Liga pekan ketiga. Melawan Huesca yang statusnya ‘mahasiswa baru’ musim ini, “Blagurana” mengospek habis anak baru tersebut dengan skor telak dan anti-mainstream 8-2. Padahal bukan bertajuk laga amal atau laga futsal pertandingan tersebut.

Barcelona memang tega sekali. Beraninya sama anak baru saja mereka. Mental-mental senior jahat. Huesca yang baru promosi ke La Liga langsung dibabat tanpa ampun.

Sudah bertamu baik-baik ke Camp Nou, tahunya malah ditatar habis-habisan. Tahu begitu pasti tidak mau datang si Huesca. Sampai delapan kali pula mereka dibuat melakukan kick-off setelah kebobolan.

Kalau laga amal sih memang wajar jika terjadi banyak gol. Malah makin banyak makin bagus biar penonton senang. Apalagi jika golnya aneh-aneh. Ada yang sambil kayang lalu salto, lalu menyundul bola sambil push-up, dan semacamnya.

Namun yang terjadi pada Huesca bukanlah laga amal semacam itu. Mereka hanyalah anak baru yang sebetulnya butuh dimbimbing bukan dihancurkan di depan khalayak umum.

Hal yang perlu dikhawatirkan nantinya Huesca ini jadi trauma dan tidak mau main lagi di La Liga. Belum lagi kalau mereka lapor ke LPAI. Bisa-bisa Aris Merdeka Sirait dan Kak Seto turun tangan juga nantinya.

Kemenangan ini membuat Barcelona masih perkasa di puncak klasemen dengan sembilan poin hasil tiga kemenangan. Sementara Huesca berada di peringkat ke-14 dengan empat poin.

Pada laga itu Barcelona tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen. Total 31 tembakan dilepaskan di mana 15 diantaranya mengarah tepat sasaran plus dua yang ditepis tiang gawang. Sedangkan tim tamu mencatat tujuh percobaan dengan tiga diantaranya on target.

Meski begitu pada jalannya pertandingan, Huesca sempat mengejutkan publik Camp Nou terlebih dahulu. Sebuah jab kecil diberikan Huesca melalui gol pada menit ketiga. Cepat sekali memang. Seragam yang dipakai para pemain juga mungkin masih bau detergen karena belum terkena keringat.

Gol dari Juan Hernandez membuat Huesca unggul sementara 1-0 atas tuan rumah. Mungkin malu karena bagai mendapat pukul dari anak baru, Barcelona langsung mengamuk dengan tiga gol balasan yang masing-masing dicetak oleh Lionel Messi, gol bunuh diri Jorge Pulido, dan Luis Suarez.

Pada akhir babak pertama Huesca sempat kembali membalas melalui gol dari Alex Gallar. Saat sepertinya pertandingan akan berjalan menarik dengan saling berbalas gol. Barcelona mengamuk pada babak kedua. Untung tidak sampai melepas bangku stadion lalu dipasang kembali.

Mereka langsung gaspol remblong dengann memborong lima gol di paruh kedua. Diawali oleh gol Ousmane Dembele, Ivan Rakitic kemudian juga tidak mau kalah. Secara bergantian gawang Huesca dibobol oleh para pemain Barcelona.

Messi kemudian mencetak gol keduanya sekaligus memberi assist pada gol Jordi Alba. Sampai bosan mungkin kiper Huesca itu memungut bola terus kerjanya. Untung saja tidak sampai beralih profesi jadi anak gawang yang kerjanya mengambil bola.

Kemenangan Barcelona ditutup oleh penalti dari Suarez. Messi yang sebenarnya punya kesempatan untuk mencetak hattrick dengan berbaik hati menyerahkannya kepada Suarez. Sudah bosan selebrasi sepertiya si Messi. Atau sudah malas dia membobol gawang yang sudah digilir banyak pemain. Skor akhir pertandingan 8-2 untuk kemenangan Barcelona.

Terkait dengan gol cepat Huesca, Ernesto Valverde mengatakan bahwa timnya belum panas saat itu. Ia juga memuji kegigihan dan kesabaran para pemain Barcelona.

“Kami membalikkan keadaan dengan kesabaran dan merangsek ke area mereka. Kami masih dingin ketika kebobolan gol pertama, sementara gol kedua mereka itu tak terduga. Hasilnya masih menggantung saat jeda pertandingan, tapi di babak kedua kami mengatasinya dan bermain lebih efisien,” ujarnya dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Sporf/status/1036336775164252161

Main photo: sportbild.bild.de

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here