Liverpool kembali mengalami kekalahan untuk ketiga kalinya berturut-turut di Liga Primer. Kali ini mereka dibantai Leicester City dengan skor 1-3. Sepertinya langkah menuju paceklik gelar 30 tahun ke depan kian dekat.

Liverpool bak one season wonder saja. Musim lalu bagus banget, musim ini memble. Lembek kayak alpukat kematengan.

The Reds” mengalami tiga kekalahan beruntun setelah sebelumnya kalah dua kali dari Brighton & Hove Albion dan Manchester City. Mimpi mereka untuk mempertahankan gelar liga sepertinya sirna. Tak usah bermimpi lagi, mending bangun saja hadapi kenyataan kalau Alisson Becker lagi Karius wanna be.

Jarak poin mereka dengan City jadi 13 poin. Mereka juga bakal terancam terlempar dari zona Liga Champions kalau masih begini terus. Ya atau memang maunya begini trus. Terserah sih.

Liverpool padahal mencetak gol lebih dulu dan unggul 1-0 lewat sebuah gol cantik Mohamed Salah. Selain penyelesaian Salahnya yang cantik, assist-nya Roberto Firmino juga keren banget. Menggocek bek Leicester dengan sentuhan jurus Zidane sekaligus mengoper bola ke Salah yang berdiri di belakangnya.

Fans Liverpool sudah girang tuh padahal. Berasa bakal memenangkan laga ini. Belum tahu saja mereka kalau ada Karius yang menyusup di laga ini.

Leicester mampu menyamakan kedudukan 11 menit kemudian lewat gol James Maddison yang lolos dari pemantauan VAR. Setelah melihat VAR, posisi Maddison dianggap onside.

Tiga menit kemudian, kekocakan terjadi. Di sinilah baru ketahuan kalau Karius sebenarnya menyamar memakai topeng Alisson. Alisson yang baru saja melakukan dua blunder fatal lawan City, kali ini bikin blunder lagi.

Namun, dia tak berperan sendirian. Ternyata Alisson mengajak teman barunya untuk melawak juga. Namanya Ozan Kabak. Kabak ini kalau dibalik ya tetap Kabak.

Sebuah umpan panjang dari Leicester sebenarnya bisa dikuasai Kabak. Namun entah kenapa muncul Alisson yang maju-maju merasa dirinya Manuel Neuer.

Salah pengertian terjadi, mereka berdua malah berbenturan. Alisson yang menerjang bola malah menggebok Kabak dengan maksimal. Bola jatuh di kaki Jamie Vardy yang enak banget menceploskan bola ke gawang yang kosong.

Banyak yang bilang ini kesalahan Kabak, ada juga yang bilang ini murni Alisson. Siapapun itu, dua-duanya memang sedang melawak. Mungkin karena keduanya belum ada chemistry.

Mungkin Kabak ini belum sempat diospek. Makanya si Alisson malas main bareng. Belum bisa masuk circle-nya Alisson kalau belum diospek.

Hanya berselang empat menit, Leicester memperbesar kemenangan setelah Harvey Barnes menerima umpan dari Wilfred Ndidi.

Juergen Klopp tak mau ambil pusing gol blunder Alisson dan Kabak. Meskipun dalam hati pasti kesal juga.

“Gol itu adalah sebuah kesalahpahaman. Kami sudah membahas ini sebelumnya dan kapanpun bisa terjadi. Kami harus terbiasa antara satu sama lain,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here