Meski jarang main dan cuma jadi penghangat bangku cadangan, Paco Alcacer masih mengaku bahagia di Barcelona. Tentu itu hanya sekadar ucapan, tak tahu bagaimana lubuk hatinya yang paling dalam, hanya dirinya dan Tuhan yang mengetahuinya.

Alcacer memang direkrut Barca dari Valencia pada awal musim ini. Tujuannya untuk menambah kualitas dan kedalaman lini depan skuatnya Luis Enrique biar tak selalu bergantung pada trio MSN.

Namun, pemain yang hitungannya baru lulus kuliah itu mungkin tidak pikir panjang kalau di Barca sudah ada MSN. Siapa juga yang bakal menggantikan mereka selama MSN tidak cedera atau pindah ke klub lain.

Kalau di game Football Manager, status Alcacer tentu cuma sebagai Back Up. Jangan harap jadi striker inti kecuali bisa mengalahkan puluhan golnya MSN musim ini.

Mungkin, Alcacer ingin mendapat pengalaman belajar dari MSN, tapi juga sesekali bisa dimainkan dan menunjukkan kebolehannya dalam mengolah bola yang berbentuk bulat itu.

Sayang, kesempatan Alcacer dimainkan pun jarang-jarang. Macam tukang sol sepatu yang lewatnya juga jarang-jarang.

Status Alcacer cuma sebatas pemain pengganti, seperti saat melawan Granda kemarin meski turut menyumbang gol. Selama musim ini, dia baru mencetak empat gol dari 19 penampilannya di Barca.

Total menit bermainnya juga cuma 939 menit, alias sekitar 15 jam saja. Bahkan kalau mendengar semua lagunya Rhoma Irama saja juga tak cukup.

Itulah kenapa, Alcacer sempat masuk kandidat transfer terburuk musim ini. Dibeli mahal-mahal 25 jutaan euro cuma buat jadi mikrowave bangku cadangan. Kalau cuma jadi penghangat, mending mendatangkan Nikita Mirzani yang jauh lebih hot.

Meski begitu, pemain berparas ganteng selera rakyat itu tetap bahagia di Camp Nou. Dia ikhlas kalau hanya dimainkan dari bangku cadangan.

Dia ikhlas kalau cuma jadi yang kedua, seperti lagunya Ayu Octavia, pedangdut koplo. Itulah yang patut dicontoh, kerja ikhlas tak banyak mengeluh.

“Saya bahagia bisa bantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa. Pelatih meminta saya masuk dari bangku cadangan maka itulah yang saya lakukan. Kita semua harus siap jika diminta untuk bermain,” kata pemain kelahiran 1993 itu.

Memang patut dicontoh etos kerja si Alcacer ini. Kita doakan saja semoga dia bisa mendapat kesempatan main lebih banyak. Al Fatihah!

Main photo credit: Sepakbola.com (Getty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here