Pertandingan big match memang kerap mengundang kontroversi setajam Silet. Tak terkecuali partai yang mempertemukan duo klub bersejarah Italia, Milan dan Juventus. Milan akhirnya mengalahkan Juve setelah ‘ganang’ alias gagal menang selama empat tahun.

Milan memang unggul 1-0 lewat sepakan kaki pemuda harapan bangsa, Manuel Locatelli, yang mencetak gol cukup indah seindah rambut Raline Shah. Namun, kemenangan tersebut mengundang kontroversi, layaknya Pilkada DKI Jakarta yang sedang ramai itu.

Tepatnya pada menit ke-37, Juve sukses membobol gawang Gianluigi Donnarumma lewat tendangan bebas Miralem Pjanic. Namun, wasit yang sempat mengesahkan gol tersebut dan kasih PHP ke Pjanic, tiba-tiba membatalkan keputusannya.

Para pemain Milan rupanya merasa jijik ada bola bersarang di gawangnya. Mereka melakukan demonstrasi meski tak berujung anarki, menyampaikan aspirasi bahwa pemain Juve berada dalam posisi offside. Wasit bernama Nicola Rizzoli yang katanya terbaik di Italia itu, kemudian gamang bin plin-plan.

Aksi demonstrasi pemain Milan meski tak berujung anarki. (Dailymotion)
Aksi demonstrasi pemain Milan meski tak berujung anarki. (Dailymotion)

Setelah berdiskusi dengan wasit pinggir selama semenit-dua menit meski tak sampai lanjut seminar dan talkshow, Rizzoli kemudian membatalkan gol tersebut. Sontak, para pemain Milan langsung girang. Termasuk CEO Adriano Galliani yang langsung berselebrasi bak orang kehantuan.

Sebaliknya, kubu Juve yang kecewa. Terutama Pjanic sang pencetak gol. Bayangkan, dia sudah capai-capai berselebrasi sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan seperti boneka cantik, tiba-tiba batal.

Bayangkan saat Anda ML dengan wanita, setelah orgasme, kemudian ketahuan belakangan jika si wanita adalah seorang waria. Tentu kesal dan lemas bukan kepalang.

Pjanic memang langsung lari menghampiri Rizzoli seperti mau mengajak ribut, untungnya tak membawa helm. Protes keras dilancarkan, tapi apa daya, nasib tak dapat ditolak, malang tak dapat diuntung. Yang ada pemain asal Bosnia itu malah mendapat kartu kuning. Kasihan.

Banyak pihak yang menyayangkan perubahan keputusan Rizzoli tersebut. Pasalnya, di kamera memang ada pemain Juve yang tertangkap offside, yakni Medhi Benatia. Namun, Benatia dianggap tidak dalam posisi aktif meski bergerak menuju bola.

Adalah Leonardo Bonucci, pemain tampan yang berusaha menggapai bola dengan kakinya dan mengecoh Donnarumma. Namun, Bonucci berada dalam posisi onside saat Pjanic melepaskan tendangan.

Seperti yang diungkap italianfootballdaily, yang mengacu pada aturan FIFA pada Law no.11 section 4 soal offside, Benatia sama sekali tidak mengganggu ataupun menghalangi pandangan Donnarumma meski dia melakukan pergerakan.

Pelatih Juve, Massimiliano Allegri, juga kecewa atas keputusan plin-plan Rizzoli. Pelatih yang sedikit lagi berusia kepala lima itu menyebut para pemain Milan punya rayuan maut kepada Rizzoli.

“Kami mencetak gol tapi dianulir. Hal-hal seperti ini terjadi. Sayangnya, gol itu sah, tapi protes Milan membuat wasit ragu dengan keputusannya sendiri,” ujarnya seperti dikutip dari Goal.

Bek Andrea Barzagli juga ikut-ikutan ‘ngomel’ seperti nenek-nenek lagi menyapu halaman rumah. Dia rupanya kesal dengan keputusan wasit yang berdampak pada perubahan permainan timnya.

“Saya sangat marah kami kalah. Menurut saya ada dua momen yang mengubah jalannya laga hari ini, salah satunya keputusan yang salah mengenai gol Pjanic,” ujar pemain yang mirip Raffi Ahmad itu.

399f15e700000578-0-image-a-22_1477173725713
Pjanic coba berdamai dengan wasit tapi gagal. (Mogaznews)

Ya memang begitulah yang namanya keputusan. Pasti ada yang merugikan salah satu pihak, tapi keputusan tetap harus diambil dan dijalankan. Juve tetap harus terima dengan keputusan wasit meski Pjanic, Allegri dan Barzagli masih ‘KZL’.

Mereka juga patut mawas diri karena bagaimanapun kalah tetaplah kalah. Faktanya gawang Gianluigi Buffon mampu dibobol bocah yang baru lulus SMA dan tak mampu membalasnya. Milan pun menang karena berhasil mencetak gol lebih banyak dari lawannya.

Yang pasti, para pemain Milan boleh berpesta meski sebaiknya tak boleh sampai subuh karena masuk waktu solat. Mereka merayakan dengan suka cita. Maklum, cukup lama Milan gagal mengalahkan Juve. Terakhir, mereka mengalahkan Juve pada 2012 lewat gol tunggal Robinho dari titik penalti.

Milan kini memangkas jarak dengan Juve sang pimpinan klasemen menjadi dua poin saja. Pelatih “I Rossoneri” -julukan Milan- memuji permainan anak asuhannya yang kini banyak dihuni pemain muda. Salah satunya Locatelli yang menjadi man of the match pertandingan tersebut.

“Anda tidak bisa mengalahkan Juve tanpa kerja keras. Saya sangat suka dengan semangat dan percaya diri para pemain,” ujar mantan pemain Roma itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here