Seperti yang sudah diwartakan sebelumnya, Bayern Muenchen memang sing ada lawan. Maksudnya adalah tak ada tandingannya di Bundesliga. Pada akhir pekan kemarin, Muenchen sukses membantai pesaing terkuatnya, Borussia Dortmund 4-1.

Kata yang dipakai bukan lagi “mengalahkan”, tapi “membantai” karena skor tersebut seolah tak wajar bagi sebuah pertandingan big match nan klasik.

Main di kompleknya sendiri, Muenchen memang digdaya. Baru tiga menitan, sudah unggul lewat kaki Franck Ribery. Pemain yang punya luka di wajahnya itu menerima umpan membelah jalanan ibukota dari Philipp Lahm.

Kemudian lima menit setelahnya giliran Robert Lewandowski yang membobol gawang Roman Burki, kiper Dortmund. Dia melepaskan tendangan bebas yang tak mampu dijangkau Burki. Tangan kiper asal Turki itu sepertinya kurang panjang untuk menghalau bola tendangan bebas tersebut.

Dortmund sempat memperkecil ketinggalan sekaligus harap-harap bisa main imbang. Gol berawal dari sapuan Arturo Vidal yang kurang mantap sehingga mampu disikat Raphael Guerreiro yang melepaskan tendangan bagaikan petir. Keras bertenaga sekuat macan Biskuat.

Namun, Muenchen tak mau memberi jantung kepada Dortmund setelah sebelumnya dikasih ati ampela. Arjen Robben melakukan aksi individu yang sangat cantik sehingga bikin prahara rumah tangga lini belakang Dortmund berantakan. Aksi tersebut diakhiri tendangan kebot khas Robben.

Muenchen menutup pesta luar biasa itu lewat gol penalti setelah Lewandowski dijatuhkan Burki di kotak penalti. Kalau di luar kotak penalti namanya tendangan bebas standar.

Dengan tenang dan wibawa, Lewandowski melakukan sendiri hukuman tersebut. Bola masuk ke gawang dengan nyaman, seolah tak mau pergi dari sana.

Terlepas dari kemenangan besar tersebut, ada hal menarik yang tak boleh dibiarkan. Ribery mendapat kecupan mesra dari sang pelatih, Carlo Ancelotti, saat ditarik keluar lapangan.

Tadinya, pemain Prancis itu rada kesal saat digantikan. Dia sudah siap-siap mau ngamuk, namun pas sampai di pinggir lapangan Ancelotti langsung mendapatkan ciuman di pipi Ribery yang sedang merona itu.

Hasil gambar untuk ancelotti kiss ribery
Kecupan mesra Ancelotti kepada Ribery. Kayak bapak dan anaknya. (Source: Marca)

Alhasil, Ribery tak jadi ngambek karena sudah dibaik-baikan oleh kecupan gombal Ancelotti. Namun, jangan salah paham. Kecupan tersebut merupakan kecupan tanda terima kasih bagi Ancelotti sekaligus ucapan selamat ulang tahun kepada Ribery.

Bagi masyarakat Italia, kecupan adalah hal yang biasa, menandakan kalau mereka sangat akrab. Kebetulan, Ribery ulang tahun pada hari Jumat kemarin yang ke-34, sekaligus menandakan kalau dirinya sudah masuk masa puber kedua.

Kalau dilihat di foto, seperti ayah dan anak. Sang ayah sedang kasih kecupan hangat ucapan ulang tahun. Sedangkan sang anak tampak girang cenderung malu-malu mendapat kecupan meski sudah dibelikan kado mainan kereta Thomas.

Ribery mengakui sendiri kalau kecupan mesra cukup menenangkan dirinya. Padahal tadinya mau ngambek gara-gara cuma main sebentar saja. Macam bocah disuruh pulang oleh emaknya karena sudah maghrib.

“Kami punya hubungan yang hebat dan saling mempercayai. Ciuman itu bagus, itu sesuatu yang alami dan positif. Sebuah ciuman yang bagus dan sarat emosi,” kata Ribery, dikutip Soccerway. 

Main photo credit: FC Bayern 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here