Porto akhirnya memastikan diri mendampingi Manchester City ke babak 16 besar usai bermain imbang tanpa gol dengan City. Namanya tanpa gol, sudah pasti berakhir dengan skor 0-0.

City yang awalnya meraih kemenangan sempurna 100%, kali ini harus terpaksa membagi poin dengan lawannya. Porto yang memang cukup dapat satu poin saja akhirnya terwujud.

Apakah ini main mata? Apakah jangan-jangan City dan Porto ini main mata? Sudah jelas main mata. Namanya main bola, pasti mainnya pakai kaki dan pakai mata. Tidak mungkin main bola sambil merem.

Main mata dalam tanda kutip memang merupakan sebuah usaha kongkalikong. Biar dua-duanya sama-sama lolos. Sering terjadi di dunia persepak bolaan.

Namun yang ini, sepertinya main mata dalam arti kata sebenarnya. Soalnya mereka sampai tidak melihat gawangnya ada di mana. Makanya tidak bisa mencetak gol.

Jangan-jangan pemain City dan Porto ini kebanyakan merem-melek. Jadinya pusing, mata kunang-kunang sehingga tidak jelas melihat gawang.

Usaha kedua tim masih bisa diblok kedua kiper. Bahkan ada yang melenceng tidak jelas juntrungannya.

Pep Guardiola pun bete timnya gagal mencetak gol. Soalnya Porto memang mengandalkan parkir bus Pantura. Mungkin demi lolos ke babak berikutnya, makanya Porto rela parkir bus.

“Kami datang ke sini untuk finis pertama. Kami bermain dengan kepribadian hebat, dengan penuh keberanian. Namun, tidaklah mudah bermain dengan tim yang menempatkan delapan pemain di dalam kotak. Meski begitu, kami menciptakan banyak peluang untuk menang. Ini yang terpenting,” ujar mantan pelatih Barcelona itu, dikutip Kompas.

SHARE
Previous articleAtletico Sukses Buktikan Bayern Tim dari Planet Bumi
Next articleAtalanta Nyaris Dicukur Juniornya di Rumahnya
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here