Glasgow Celtic benar-benar jadi mimpi buruk bagi Lazio di Liga Europa musim ini. Menjamu perwakilan Skotlandia di Olimpico, “I Biancocelesti” takluk dengan skor tipis 1-2. Kemenangan Celtic sendiri didapat dengan sebuah gol sakit hati.

Bagaimana tidak, dari dua pertandingan Lazio kontra Celtic di babak grup, keduanya berhakhir dengan kekecewaan. Pada pertemuan pertama di Celtic Park, Lazio kalah dengan skor 1-2.

Kini bermain di kandang sendiri, Lazio tetap kalah juga dengan skor tipis 1-2. Satu hal yang bikin lebih menyakitkan adalah dua gol kemenangan Celtic sama-sama dibuat di menit akhir jelang laga usai.

Benar-benar broken heart goal pokoknya. Habis ini sudah pasti para penggemar Lazio playlist-nya lagu-lagu emo semua saking hancurnya hati mereka berkeping-keping. Mulai dari My Chemical Romance, Evanescence, sampai D’Masiv juga mungkin.

Saat bertanding di Skotlandia, Celtic menang berkat gol Christopher Jullien di menit ke-89. Kali ini lebih sakit lagi. Sebab gol Celtic dibuat di masa injury time 90+5.

Kekalahan ini jelas membuat posisi Lazio di klasemen menjadi tidak aman. Lazio berada di urutan ketiga klasemen Grup E dengan poin hanya tiga. Alhasil mereka jadi Harap-harap Cemas alias H2C.

Mereka tertinggal dari CFR Cluj di posisi kedua dengan sembilan poin. Sementara Celtic memastikan lolos ke babak selanjutnya dengan modal 10 poin. Bisa leha-leha lah mereka di dua laga selanjutnya.

Sementara Lazio kini ber-H2C di dua sisa pertandingan lainnya. Sebab mereka wajib terus menang dan juga berharap CFR Cluj terpeleset entah bagaimana caranya mau kena kulit pisang atau licin karena habis dipel.

Lazio sebenarnya sempat memimpin terlebih dahulu melalui Ciro Immobile di menit ketujuh. Meski sempat dag-dig-dug duer Daia karena wasit memastikan lewat VAR, gol tersebut akhirnya dinyatakan sah.

Namun Celtic bangkit berkat gol yang dimulai dari James “Hutan” Forrest di akhir babak pertama.

Petaka datang bagi Celtic di menit akhir injury time. Kelalaian pemain bertahan yang bermain api di lini belakang membuat Celtic mendapat bola. Olivier Ntcham menuntaskannya dengan baik. Skor 2-1 jadi milik Celtic.

“Kami pulang tanpa mendapat poin dari pertandingan ini dan mungkin telah tersingkir dari Europa League.”

“Meski demikian harus diakui, itu pertandingan yang adil dan kalah sebanyak dua kali dari Celtic, karena mereka merupakan tim yang berkualitas dan juga semangat mereka yang tidak pernah menyerah,” ujar Simone Inzaghi dikutip dari Tribal Football.

Main photo: @sporf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here