Serie A akhirnya resmi berakhir usai Italia sempat menjadi salah satu negara terparah yang terdampak corona. Meski demikian, Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, mengatakan Serie A musim 2019/2020 sempat nyaris bubar.

Seperti biasa aku diam tak bicara, Juventus lagi-lagi auto-juara untuk kali kesembilan secara beruntun. Inter Milan jadi juara tapi nyaris dengan selisih satu poin di bawahnya dan diikuti Atalanta lalu Lazio.

Jalannya musim 2019/2020 sempat melewati rintangan terjal setelah Italia menjadi salah satu negara yang paling parah terdampak virus yang masih dipertanyakan sama Anji.

Serie A juga jadi liga top Eropa yang paling lama ditangguhkan dengan durasi sekitar tiga bulan.

Kembali berjalannya liga juga tidak berjalan mulus dan mendapat pertentangan dari sejumlah klub dengan alasan kesehatan.

Berkat kerja sama semua pihak, kompetisi Serie A kembali dilanjutkan sejak 13 Juni lalu dengan didahului semi final Coppa Italia.

“Serie A terpanjang dalam sejarah akhirnya selesai hari ini, tahun yang paling menyulitkan untuk negara kita,” ujar Spadafora dikutip dari Detik.

“Kami harus melakoni debat panjang selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan lamanya untuk mencari kepastian, yang mana pikiran kami ingin bisa mengatasi pandemi ini, meningkatkan kapasitas perawatan intensif dan menyelamatkan nyawa banyak orang,” sambungnya.

Bahkan Spadafora juga mengaku Serie A musim ini nyaris bubar. Bukan karena gerimis. Kalau itu misbar namanya. Melainkan karena pertimbangan kesehatan akibat corona.

“Dalam kurun waktu itu, kami sempat berpikir untuk menghentikan musim, tapi syukurlah karena pendekatan yang bijak dan protokol kesehatan yang luar biasa dari FIGC – kami berterima kasih untuk itu – kami tidak hanya bisa memulai musim lagi, tapi menuntaskannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here