Belanda sudah dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2018, mengulang kegagalan mereka pada Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2016. Seiring dengan kegagalan timnasnya, kapten Arjen Robben pun menyatakan undur diri.

Undur diri bukan dalam makna sebenarnya, yakni mundur ke belakang. Tapi bermakna menarik diri dari tim nasional alias pensiun alias gantung sepatu.

Memang Robben sudah tak bisa apa-apa lagi. Usia sudah tua, 33 tahun, masuk masa puber kedua. Rencana masih bisa satu Piala Dunia lagi tahun depan pada usia 34 tahun, ternyata harapan itu pupus. Menyakitkan memang, hidup tak seindah ending film Ada Apa dengan Cinta.

Belanda yang suka pakai kostum oranye kayak seragam tahanan KPK itu memang menang di laga terakhir lawan Swedia 2-0. Dua golnya dicetak oleh Robben, sekaligus mengakhiri laga terakhirnya bersama Belanda dengan manis, semanis madu asal jangan dimadu.

Sayangnya, skor tersebut tak cukup buat meloloskan Belanda ke Piala Dunia 2018 karena mereka butuh tujuh gol. Jadi bisa dibilang, laga terakhir Robben memang mengesankan. Tapi tetap berujung kesedihan dan kekecewaan. Kasihan.

“Robben adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dia masih main di level klub, tapi ini kehilangan besar bagi tim nasional. Kami akan sangat merindukannya,” ucap pelatih Belanda, Dick Advocaat.

Memang sebuah kehilangan besar buat Belanda. Pasalnya, timnas mereka saat ini memang sedang paceklik pemain bintang. Pasca-era Clarence Seedorf, Edwin van der Sar, Jaap Stam, dan Edgar Davids, mereka seolah tak lagi mencetak pemain bintang.

Robben dan mungkin Robin van Persie adalah sisa-sisa dari generasi emas Seedorf dkk. Yang saat muncul di Piala Eropa 2004 masih sangat muda tapi langsung bersinar. Dia sudah membela timnas sebanyak 96 kali. Dari punya rambut sampai botak bebas ketombe.

Rada kentang (kena tanggung) memang. Tinggal empat laga lagi bisa sampai 100 caps. Tapi segitu saja sudah membuat Robben puas meski tanpa gelar.

Sepanjang 96 laga, pemain Bayern Muenchen itu telah membuat 37 gol dan 29 assist sekaligus menempatkan dirinya sebagai top skor kelima timnas Belanda. Di bawah Robin van Persie (50), Klaas-Jan Huntelaar (42), Patrick Kluivert (40), dan Dennis Bergkamp (37).

“Saya sudah menjadi saksi hal-hal menakjubkan di sini. Ini seperti anak-anak yang bermain di sekolah. Anda sudah mengerahkan segalanya dan jika hasilnya tidak sukses maka Anda akan sangat kecewa. Kami boleh saja bersedih, namun masa-masa yang lebih baik akan segera datang,” kata Robben, dikutip Goal.

Begitulah kalimat jelang detik-detik akhir Robben pensiun. Sebuah akhir yang kurang keren, meski keren adalah hak segala bangsa kalau kata slogannya Ramayana.

Well, semoga sukses terus, Arjen. Bagaimanapun, Robben salah satu pemain “RX King” tercepat di sepak bola. Sungguh enak pakai Bayern Muenchen karena ada Robben di sana yang bisa terus tekan R1 sampai ujung lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here