Ajax Amsterdam boleh saja menang dengan nyaman 2-0 di leg pertama di kandang sendiri. Tapi ternyata, mempertahankan keunggulan 2-0 itu tak semudah menemukan driver GO-JEK di kota Jakarta.

Schalke yang bermain di kandangnya kali ini langsung bernafsu buat cetak gol. Sampai pada menit ke-53, Ajax masih berhasil mempertahankan keunggulan. Sampai pada akhirnya, seorang pemain Schalke bernama Leon Goretzka sukses membuat gol.

Belum selesai sampai di situ, Schalke tambah gol lagi tiga menit kemudian lewat Guido Burgstaller, pemain yang kurang terkenal. Dua gol cepat itu bikin pemain Ajax melongo, sampai fans-nya juga ikut-ikutan melongo.

Sampai 90 menit, skor tetap 2-0 dan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Di babak tambahan, Schalke malah bikin gol lagi jadi 3-0. Gol yang cukup dramatis buat Schalke sampai pemain cadangannya ikut menyeruak ke lapangan. Kondisi makin susah karena Ajax bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80.

Sayang, keunggulan Schalke itu cuma PHP saja. Ibarat pacar sudah disayang-sayang, tak tahunya direbut orang. Begitulah nasib klub berkostum biru-putih kayak seragam cleaning service itu.

Ajax rupanya tak mau menyerah, mereka berhasil menciptakan gol pada menit ke-111 lewat bidikan Nick Viergever, yang juga tak terkenal. Golnya juga tak sengaja, maksud hati bek Schalke menyapu bola malah terbentur si Viergever. Dengan hasil 3-1 sudah cukup buat Ajax untuk lolos.

Namun, “De Godenzonen” ingin skor jadi lebih nyaman lagi dan lebih pasti. Pada ujung laga, mereka membuat gol kedua hasil sumbangan dari Hamba Allah bernama Amin Younes.

Kemenangan ini memastikan mereka melangkah ke semifinal pertama kalinya di turnamen Eropa sejak 1997, zamannya Orba. Zaman di mana Presiden Jokowi masih lucu-lucunya.

Semifinal turnamen Eropa terakhir mereka terjadi saat disingkirkan Juventus dua leg langsung di semifinal Liga Champions 1996/97. Pada era itu, Ajax memang lagi jaya-jayanya. Dua kali masuk final Champions, menang sekali lawan Milan pada 1994/95, kalah di final lawan Juventus pada musim berikutnya.

Setelah itu, Ajax bagai mati ditelan bumi. Namanya seperti slogan iklan Isuzu Panther, “Nyaris tak terdengar.” Mereka akan menunggu hasil undiannya ketemu siapa, yang jelas bukan Persija Jakarta.

“Sangat sulit bermain dengan 10 orang apalagi setelah mereka mencetak gol ketiga. Tapi kami tak pernah menyerah! Sekarang kami lolos dan menunggu siapa yang akan kami hadapi. Saya sendiri tidak memilih klub mana, kami hanya lihat apa yang terjadi,” kata Peter Bosz, pelatih Ajax, di situs UEFA.

Selamat buat Ajax!

Main photo credit: Tructiepbongda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here