Piala Dunia 2018 masih lama, atau dibilang sebentar lagi juga bisa tergantung sudut pandang. Tapi Adidas tak mau ketinggalan start. Produsen perlengkapan olahraga asal Jerman itu sudah meluncurkan jersey baru untuk beberapa timnas yang bakal berlaga di Piala Dunia di Rusia nanti.

Yang menarik, Adidas mengusung konsep retro alias vintage alias jadul (zaman dulu) alias zaman ‘past’. Mereka merancang konsep jersey-jersey retro beberapa negara yang terinsiprasi dari jersey-jersey lawas mereka masing-masing.

Seperti apa bentuknya? Yang jelas belum ada saat ini barang KW-nya. Tapi tunggu saja beberapa minggu, nanti juga bakal banyak di online shop.

1. Jerman

Jerman hadir di Piala Dunia 2018 dengan status juara bertahan. Mereka bakal turun ke Piala Dunia 2018 dengan desain yang terinspirasi dari jersey timnas Jerman pada 1990. Dulunya masih bernama Jerman Barat, belum kawin dengan Jerman Timur.

Saat itulah mereka meraih gelar juara Piala Dunia ketiga kalinya. Termasuk terakhir kalinya mereka juara memakai nama Jerman Barat karena pada 1994 sudah bersatu dengan Jerman Timur.

Jika diperhatikan, corak garis-garis di dada para pemain “Der Panzer” mirip dengan jersey tahun 1990. Bedanya cuma warna saja, jika 1990 berwarna bendera Jerman, tapi 2018 nanti hanya berwarna hitam dan abu-abu. Iya dibedain sedikit dong, masak mau sama? Nanti dibilang enggak kreatif.

Hasil gambar untuk germany 1990
Jerman 1990. (Source: Gogoalshop)

2. Spanyol

Tim Matador bakal menggunakan jersey yang bercorak mirip dengan yang dipakai pada 1994. Yakni terdapat corak segi empat kecil-kecil memanjang ke bawah alias vertikal. Bedanya juga di warna.

Kalau pada 1994 semua kotak kecil-kecilnya itu berwarna kuning, kalau 2018 nanti ada warna birunya. Untung saja warna jersey dominan merah polos. Andai kalau kotak-kotaknya full satu jersey, bisa-bisa dikira sarung Wadimor.

Sayangnya, pada 1994 langkah “La Furia Roja” yang kala itu diperkuat Andoni Zubizarreta, Fernando Hiero, Pep Guardiola, Ion Goikoetxea, dan Luis Enrique cuma sampai di perempat final. Mereka ditaklukan Italia saat itu.

Meski begitu, perempat final memang merupakan pencapaian terbaik Spanyol di Piala Dunia sebelum jadi juara pada 2010. Entah kenapa, kiprah Spanyol memang baru bagusnya belakangan saja era Xavi dkk. Dulunya mereka cuma bisa sampai perempat final.

Hasil gambar untuk spain 1994
Spanyol 1994. (Source: Getty)

3. Belgia

Jika Jerman terinspirasi pada 1990 dan Spanyol pada 1994, Belgia lebih tua lagi. Mereka terinspirasi pada kiprah mereka di 1984. Lho, Piala Dunia mana ada 1984? Tentu saja, yang dimaksud 1984 adalah Piala Eropa.

Corak segi empat di dada tengah para pemain Belgia itu meniru corak yang sama pada jersey 1984. Bedanya, jika pada 1984 ada warna dasar putih di sana sedangkan pada 2018 nanti tak ada warna dasar putih. Langsung masuk ke warna merah sebagai warna kebanggaan Belgia.

Warna hitam juga tak ada dalam jersey kali ini. Mungkin ingin menghapus noda-noda hitam yang membandel seperti komedo di hidung.

Entah apa alasan mereka mengambil jersey tahun 1984. Pasalnya, saat itu Belgia tidak lolos penyisihan grup karena tercecer di peringkat ketiga Grup A. Bahkan sempat dibantai Prancis 0-5 yang bertindak sebagai tuan rumah.

Mungkin Belgia pada 2018 nanti ingin mengenang kegagalan mereka pada 1984. Kalau perlu ingin mengulang rasanya dibantai Prancis. Mungkin.

Hasil gambar untuk belgium 1984
Belgia yang bajunya merah. (Source: The42)

4. Rusia

Rusia tidak punya prestasi bagus di Piala Dunia. Kadang cuma jadi tim hore saja, ikut serta di Piala Dunia kadang sudah lumayan buat mereka, daripada lu manyun. Bahkan lolos grup saja tidak pernah.

Makanya, mereka terinspirasi dari kesuksesan pada 1988. Bukan Piala Dunia, bukan juga Piala Eropa, melainkan Olimpiade. Saat itu, Rusia yang masih bernama Uni Soviet sukses mengalahkan Brasil di final dengan skor standar 2-1.

Tapi lewat laga yang dramatis di mana mereka tertinggal lebih dulu lewat Romario. Lalu dibalas melalui Igor Drobolovski dan Yuri Savichev pada babak perpanjangan waktu. Dua pemain yang sudah pasti tak bakal dikenal kids zaman now. 

Rusia bisa dibilang tak sekreatif yang lain. Kostumnya merah polos saja kayak iklan Telkomsel. Jika pada 1988 terdapat huruf “CCCP” di dada yang berarti “USSR” alias Union of Soviet Socialist Republics, tentu tidak mungkin dipakai pada 2018 nanti.

Bisa-bisa diserang warganet sedunia atau diciduk Badan Reserse Kriminal POLRI karena dianggap menyebar ajaran komunis.

Hasil gambar untuk soviet union olympic games 1988
Ini dia Uni Soviet yang bertuliskan CCCP, hati-hati bisa dianggap menyebar komunis. (Source: Fritz the Flood)

5. Argentina

Terakhir adalah Argentina. Tim Tango berkostum belang-belang biru-putih itu terinspirasi pada kesuksesan mereka pada tahun ganjil, 1993. Kalau yang lain tahun genap, mereka pilih yang anti-mainstream mungkin karena Tuhan suka yang ganjil-ganjil.

Tentu ada alasan mereka memilih jersey 1993, yakni itulah mereka terakhir kalinya meraih gelar juara. Saat menjuarai Copa America dengan mengalahkan Meksiko 2-1 di final.

Ketika itu skuatnya masih diperkuat Sergio Goycochea, Gabriel Batistuta, Diego Simeone, dan Fernando Redondo. Serta beberapa pemain yang tak bakal dikenal generasinya Awkarin, macam Nestor Gorosito, Alberto Acosta, Oscar Ruggeri, dan Jorge Borelli.

Sebenarnya, yang namanya kostum Argentina dari dulu begitu-begitu saja. Selalu garis-garis ke bawah, biru dan putih. Tidak pernah ada corak-corak lain, misalnya garisnya jadi menyamping atau mengikuti arah kiblat. Tidak pernah.

Yang membedakan hanya jumlah garisnya saja. Pada 2018 ini, mengikuti jumlah garis warna biru pada 1993. Yakni ada tiga garis warna biru di bagian depan, tidak ada garis kreasi lainnya.

Hasil gambar untuk copa america 1993 argentina

6. Kolombia

https://twitter.com/adidasfootball/status/927596513039142916

Kolombia juga tak mau kalah mengeluarkan jersey retronya. Ya karena memang semua sudah diatur oleh Adidas, konsepnya adalah zaman past. Tim berkostum kuning itu terinspirasi pada kostum 1990. Ada apa dengan Kolombia pada 1990?

Jawabnya ada di ujung langit kalau kata lagunya Dragon Ball. Pilihan jatuh pada 1990 karena itu pertama kalinya mereka mampu lolos dari babak penyisihan grup.

Itu juga kedua kalinya mereka lolos ke Piala Dunia setelah sebelumnya pada 1962 mereka tak lolos penyisihan grup. Selain karena pencapaian, Kolombia saat itu juga diperkuat beberapa pemain legend.

Sebut saja Carlos Valderrama si kribo, kiper Rene Higuita yang fenomenal dengan Scorpion Kick-nya, sampai Andres Escobar yang mati ditembak gara-gara bikin gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994 yang menyebabkan mereka tersingkir.

Mungkin itulah yang ingin dikenang, masa-masa keemasan Kolombia dengan banyak pemain hebat. Bisa dibilang skuat bagus-bagusnya sebelum era James Rodriguez, Juan Cuadrado, David Ospina, Radamel Falcao, Carlos Bacca, dan Cristian Zapata yang tembus perempat final Piala Dunia 2014, prestasi terbaik mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.

Coraknya sendiri tak banyak perubahan. Masih warna kuning Ale-Ale, dengan strip merah dan biru di bagian lengan dan ketiak.

Hasil gambar untuk colombia 1990 world cup jersey7. Meksiko

Masih tak jauh beda dengan jersey negara-negara lainnya yang terinspirasi pada tahun 1980-1990-an, Meksiko juga sama. Mereka mengambil idenya dari kostum tahun 1986 saat mereka jadi tuan rumah Piala Dunia ketika itu. Pertama kalinya perayaan ombak suporter Mexican Wave dipopulerkan.

Warnanya masih sama, hijau juga kayak jaket GO-JEK. Tiga garis putih di bahu masih sama, yang bikin beda adalah pada 2018 ini ada tambahan garis-garis khas Adidas di bagian samping badan pemain.

Meksiko memang cuma mencapai perempat final pada 1986. Tapi kesuksesan mereka sebagai tuan rumah yang menyelenggarakan Piala Dunia patut diacungi jempol. Pasalnya, delapan bulan sebelum Hari-H, negara Meksiko tepatnya di ibukota Mexico City dilanda gempa bumi yang cukup menyebabkan kerusakan parah.

Hasil gambar untuk mexico 1986
Meksiko 1986. (Source: impromptuinc.wordpress.com)

8. Jepang

Jepang berbeda dari kebanyakan jersey negara pengguna Adidas. Mungkin biar dibilang anti-mainstream. Malas ikut-ikutan yang lain, jadi ingin beda sendiri.

Mereka tidak terinspirasi dengan jersey lawas. Tapi justru tampil modern. Mungkin inilah khas karakter orang Jepang. Selalu berpikir maju ke depan, visioner, dan penuh ide.

Jersey terbarunya berwarna dasar biru meski di benderanya tak ada warna biru di sana. Tapi memang sudah jadi julukan mereka “Samurai Blue” di mana warna biru bakal jadi warna dominan di jersey timnasnya. Yang menarik, jersey mereka diramaikan dengan garis putus-putus kecil-kecil yang kalau dari jauh kayak titik-titik.

Usut punya usut, meski terlihat modern, ternyata mereka juga terinspirasi dari sejarah. Kostum itu katanya terinspirasi dari seragam perang samurai zaman dulu. Ya begitulah pokoknya.

https://twitter.com/adidasfootball/status/927521033938243585

Kira-kira begitulah deretan lima timnas yang sudah mengeluarkan jersey barunya. Itu baru lima negara, masih ada beberapa negara lagi yang disponsori Adidas tapi belum meluncurkan kostum barunya.

Sebut saja Iran dan Mesir yang mungkin masih dirancang kostumnya dan masih banyak revisi. Maklum, kalau sudah urusan desain revisinya bisa sampai 30 kali. Selain itu masih beberapa negara lainnya yang masih menunggu babak play-off macam Swedia, Yunani, dan Irlandia Utara.

Itu baru Adidas, bagaimana dengan Nike? Kita tunggu saja. Bakal ada yang panas setelah ini.

Main photo:  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here