Sepak bola memang tak sehoror film Danur apalagi Jelangkung. Meski ada adegan bunuh diri dan bakal ada setan bergentayangan, tapi tidak bagi final Coupe de France atau Piala Prancis terutama buat Paris Saint-Germain (PSG).

Bagaimana tidak, pertandingan melawan Angers bagaikan final. Secara kekuatan memang PSG jauh lebih unggul. Selain karena jumlah uang, fans-nya juga masih banyakan PSG.

Namun, sampai pada menit 90-an, pertandingan tetap sama kuat 0-0, dua-duanya tak ada yang mau mengalah. Beberapa peluang emas bercampur butiran pasir PSG berhasil dimentahkan kiper Angers yang tak terkenal, Alexandre Letellier.

Sampai pada akhirnya, takdir berkata PSG-lah yang jadi juaranya. Berawal dari tendangan sudut pemain bernomor 11, bola mengenai kepala bek Angers, Issa Cissokho dan masuk ke gawangnya sendiri.

Adegan bunuh diri itu terekam kamera dan menjadi viral di seluruh media sosial sampai diberitakan media massa. Untung saja tak sampai tersebar di grup-grup What’s App ibu-ibu pengajian komplek.

Tentu saja, adegan bunuh diri itu jadi rezeki buat PSG. Menjadikan piala Coupe de France pada malam yang mesra itu jadi piala ke-11 sekaligus menobatkan PSG sebagai peraih gelar terbanyak.

Trofi ini juga jadi piala pertama mereka musim ini. Sayang-sayang kan, sudah menggelontorkan banyak uang tidak dapat apa-apa musim ini.

“Ini bukanlah musim yang mudah, tapi PSG punya apa yang dibutuhkan untuk merebut trofi besar dalam waktu dekat,” kata Direktur Olahraga PSG, Patrick Kluivert.

https://twitter.com/Dugout/status/868577466209665024

Bukan cuma hadiah buat PSG saja, trofi tersebut juga jadi akhir yang indah bagi Maxwell. Pemain asal Brasil itu menutup kariernya di Paris.

Trofi tersebut jadi trofi ke-37 buat Maxwell selama kariernya sebagai pesepak bola, bukan sebagai tukang pijet. Meski sebenarnya enggak jago-jago amat, tapi nyatanya dia jadi pemain bola paling banyak menggenggam trofi dalam sejarah sepak bola. Mantap soul!

Bunuh diri itu memang jadi rezeki buat PSG dan Maxwell, tapi jadi horor buat Angers. Sedikit lagi mereka bisa main seri 90 menit, yang mungkin bisa saja meraih kemenangan pada masa perpanjangan waktu atau adu penalti.

Memupus harapan meraih trofi pertama mereka sepanjang sejarah klub itu berdiri sejak zaman pergerakan.

Main photo: Twitter (@ooredoo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here