Aman. Manchester City sudah mengamankan jasa seorang pria muda bernama Bernardo Silva untuk bekal musim depan. Pemain asal Portugal itu dibeli cukup mahal oleh City dari klub asalnya, Monaco.

Harga yang diumumkan oleh City bisa bikin mulut menganga sampai kering. Pasalnya, harga yang dibeli tak sesuai dengan ekspektasi harga pasaran.

Monaco membeli Silva musim lalu hanya mengeluarkan uang 15 juta euro saja. Hanya semusim, pasaran naik harusnya berkisar 25 jutaan saja. Namun, mereka sepertinya pakai prinsip Feni Rose selalu mereka pakai, ‘Senin harga naik’.

Makanya City buru-buru mendesak Monaco buat menjual pemain yang baru berusia 22 tahun itu. Namun, harganya enggak kira-kira. Tim asal Prancis itu sepertinya mau ‘naik haji’ karena jual dengan harga mahal.

The Citizens” harus rela memasukkan kartu ATM Bank Mayapada-nya untuk mengeluarkan uang sebesar 43 juta pound, atau sekitar 723 miliar. Setara dengan 48.200-an unit Yamaha Mio yang suka dipake ibu-ibu komplek.

“Manchester City dengan senang hati mengonfirmasi bahwa Bernardo Silva akan bergabung dengan klub dari Monaco pada 1 Juli,” jelas City di situs resmi mereka.

Monaco bukan tanpa alasan mematok harga mahal. Pasalnya, musim kemarin Silva mencetak 11 gol dan 12 assist dari 58 pertandingan di segala kompetisi. Dia juga berkontribusi “Les Monegasques” menjuarai Ligue 1 yang lama tak diraih Monaco sejak zaman Gus Dur itu.

Bukan sekadar statistik, ada juga testimoni dari rekan setimnya supaya City makin yakin bisa membeli Silva. Macam bisnis esek-esek online gitu. Cantumin testimoni biar akunnya dianggap real dan pelanggan makin yakin. Real ava, real account. Minat, DM.   

Hal itu diutarakan oleh Benjamin Mendy, yang wajahnya tak seimut dengan namanya. Pemain Prancis yang berposisi sebagai pemain bertahan kiri luar alias bek kiri itu menjuluki Silva sebagai permen karet.

Tentu bukan sebagai ampasnya yang dibuang dan suka ditempelkan di bawah kursi. Lagi iseng-iseng merogoh bawah kursi, mendadak kena lengket yang ternyata ampas permen karet.

Tapi maksud Mendy, Silva begitu lengket dengan bola saat menggiring bola yang berbentuk bundar itu. Kalau di Indonesia mungkin lebih cocok dengan sebutan lem tikus karena lengketnya yang luar biasa.

Bahkan sebelumnya Silva pernah disebut-sebut “Messizinho” atau Messi kecil saat menjalani pendidikan di akademi Benfica.

“Bernardo Silva? Saya memanggilnya si permen karet karena bolanya lengket di kakinya. Saya mau membayar untuk menonton dia bermain,” kata Mendy dilansir Guardian, toko obat.

Testimoni lain yang pernah memakai jasa Silva adalah Jemerson. Mirip-mirip komentarnya dengan si Mendy.

“Saat latihan dan selama pertandingan, dia melakukan hal luar biasa. Anda berpikir dia kehilangan bola, tapi ternyata tidak. Masih ada di sana di antara kakinya,” ucapnya.

Beruntung lah City, kini tak perlu lagi beli lem tikus kalau mau menangkap tikus. Tinggal pasang saja kaki Bernardo Silva di dapur.

Silva kini bukan hanya harus bersaing dengan gelandang-gelandang sayap lainnya di City macam Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, dan Leroy Sane. Tapi juga dengan David Silva yang namanya sama.

Dia harus bersaing mana Silva yang sesungguhnya, mana yang KW. Tapi biasanya, junior selalu salah dan mengalah. Kalau benar, kembali ke pasal satu.

Main photo: Ghanasportslink

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here