Laga seru terjadi kala Chelsea menjamu Arsenal di Stamford Bridge. Diwarnai kartu merah David Luiz sejak babak pertama, “The Blues” hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan 10 pemain “The Gunners”.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Chelsea bermain cukup agresif dan menghasilkan beberapa peluang di menit-menit awal. Tekanan yang dilakukan Chelsea akhirnya berbuah petaka bagi Arsenal di menit ke-26.

Kejadian bermula setelah Skhodran Mustafi memberikan backpass yang setengah matang kepada Bernd Leno. Kalau telur mungkin enak setengah matang begitu, tapi kalau operan backpass jadinya sangat menyulitkan.

Mustafi ini kalau sedang bagus, bagus sekali mainnya. Tapi kalau sedang kocak, bisa jadi bek akhir zaman dia. Benar-benar kiamat yang dibawanya.

Operan Mustafi yang terlalu lemah membuat Tammy Abraham sukses merebut bola dan melewati Leno.

Pada hal ini kemudian ada peran terduga agen ganda. David Luiz diketahui merupakan mantan pemain Chelsea selama sekian tahun. Tanpa tedeng aling-aling ia kemudian melakukan sebuah tekel kobra kepada Abraham di dalam kotak penalti.

https://twitter.com/brfootball/status/1219727583996268547?s=20

Tentu saja tekel ini menimbulkan tanya. Jangan-jangan jangan-jangan si Luiz ini. Masih sayang mantan mungkin. Nekat sekali dia melakukan hal itu

Tapi mungkin tidak seperti itu. Tekel darinya bisa jadi merupakan usaha profesional untuk menggagalkan gol.

Mau mengikuti aksi Fede Valverde mungkin. Sayangnya kartu merah yang diterima Luiz tak sebanding karena laga sebenarnya baru berjalan 26 menit saja.

Mana dilakukan di kotak penalti yang berbuah gol oleh Jorginho pula. Arsenal juga harus bermain dengan 10 orang jadinya. Sebuah tindakan yang kurang bijak nampaknya.  

Bermain hanya dengan 10 orang, Arsenal mendapat tekanan yang cukup gencar dari Chelsea. Namun di babak kedua, Arsenal justru mampu menyamakan kedudukan lewat sebuah serangan balik.

Clearance dari Mustafi mampu didapat pemain muda Gabriel Martinelli yang langsung “gas pol rem blong” dari daerah pertahanannya sampai ke depan kotak penalti Chelsea dan mencetak gol.

Cesar Azpilicueta membuat Chelsea kembali unggul di menit ke-84. Namun hanya tiga menit berselang, sebuah tendangan coba-coba Hector Bellerin dari luar kotak penalti membuyarkan kemenangan Chelsea. Skor kembali imbang menjadi 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Frustrasi rasanya karena Anda ingin menang. Kami mendapatkan gol, mereka bermain dengan 10 orang, dan kami harus tampil lebih baik untuk mencetak gol lain. Lalu kami tak bertahan dan memberi mereka dua gol,” ketus Frank Lampard dikutip dari Detik.

Sementara Arteta mengaku bangga atas reaksi yang ditunjukan para pemainnya di laga itu. “Saya menuntut para pemain untuk tidak pernah menyerah, kami harus terus bermain dengan semangat yang kami perlihatkan di setiap laga. Saya bangga dengan bagaimana para pemain bereaksi,” seperti dikutip dari Goal.

https://twitter.com/brfootball/status/1219747680877973504?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here