Arsenal kembali memetik tiga poin kala menjalani laga lanjutan Premier League pekan kedelapan. Menjamu Bournemouth di Emirates Stadium, “The Gunners” memetik kemenangan dengan skor tipis 1-0.

Satu nama yang menjadi sorotan di laga tersebut adalah ‘abangnya’ dari Matteo Guendouzi, David Luiz. Tentu saja mereka bukan saudara kandung melainkan saudara satu rambut.

Kedua pemain tersebut memiliki model rambut yang sama yakni kriting-kriting gemas gitu. Rasanya ingin menjambak dan langsung mencukurnya dengan gunting rumput. Gerah betul melihat model rambut mereka yang panjang, mengembang, dan keriting. Macam pom-poms cheerleader saja.

Berkat kedua pemain tersebut, Arsenal saat ini memiliki dua pemain yang kalau dipanggil ‘kribo’ akan menoleh keduanya.

Gol itu sendiri menandai gol perdana David Luiz sejak berseragam Arsenal. Maklum, bek yang satu ini memang dikenal cukup rajin untuk mencetak gol dalam ukuran seorang bek tengah.

Terkadang ia juga mencetak gol melalui tendangan bebas ala knuckle ball. Namun pada laga tersebut, Luiz mencetak gol melalui sundulan. Mungkin bola jadi lebih terarah karena ketebalan rambutnya.

Berkat kemenangan tersebut, Arsenal secara mengejutkan kini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League. Jangankan kita masyarakat awam, mungkin Arsenal “yang kita kenal” juga kaget kenapa mereka tiba-tiba bisa berada di sana.

Dengan modal 15 poin, Arsenal menempel ketat Manchester City yang mengumpulkan 16 poin di peringkat kedua.

Arsenal membuat peluang pertama di laga tersebut melalui tendangan Pierre-Emerick Aubameyang. Sayang pencet tombol kotaknya mungkin terlalu lama atau tidak pakai R2 jadi bola tidak mengarah dengan tepat.

Tekanan yang dihasilkan Arsenal akhirnya berbuah gol di menit kesembilan. Umpan sepak pojok Nicolas Pepe mampu dipoles saudara serambutnya Guendouzi itu dengan sundulan ke ujung gawang.

Arsenal sebenarnya cukup mendapat banyak sepak pojok berikutnya di laga ini. Maklum saja, Bournemouth bermain dengan pertahanan yang sangat rapat macam sisir kutu. Jadi bola juga banyak yang berakhir dengan sepak pojok.

Total ada 14 tendangan corner yang dihasilkan. Tapi tidak ada yang kembali berbuah gol.

Sementara Bournemouth yang mengahasilkan 10 peluang di laga ini juga tak mampu untuk memecahkan telur skor mereka. Gol David Luiz menjadi yang satu-satunya hingga laga berakhir setelah 90 menit.

Usai laga, Unai Emery mengatakan bahwa tidak kebobolan dan meraih kemenangan adalah tujuan mereka.

“Itu adalah tujuan kami hari ini,” kata dikutip dari Sportstar. “Untuk kepercayaan diri kami, itu penting. Mungkin di babak kedua kami berjuang lebih dari yang kami inginkan dan mungkin dalam beberapa saat kami merasakan tekanan itu.”

https://twitter.com/Squawka/status/1180834343180279809?s=20

Main photo: @brfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here