Hasil dan nasib yang sepertinya tidak berbeda jauh didapatkan AS Roma yang mengikuti jejak saudara satu kota Roma yang lain, Lazio. Bertandang ke markas Borussia Monchengladbach di Borussia Park, “I Giallorossi” takluk dengan skor tipis 1-2.

Namanya sekandang dan sama-sama berasal dari Roma, chemistry atau ikatan kedua tim ini nampaknya memang sangat kuat.

Pada pertandingan Europa League Roma sebelumnya, Lazio gagal meraih hasil positif kala berjumpa Celtic. Mereka kena broken heart goal alias gol sakit hati setelah kebobolan di masa injury time.

Begitu pula dengan Roma yang harus menelan hasil imbang kala menjamu Monchengladbach di Olimpico. Unggul 1-0 hingga menit 90+4, Roma kebobolan di menit 90+5 dan memaksa meraih hasil imbang 1-1.

Sekarang pada pertandingan keempat Europa League, kedua tim mengalami hal yang sama, dengan lawan yang sama pula. Semacam Deja vu saja.

Lazio kandas oleh Celtic di masa injury time dengan skor 2-1 di Olimpico. Sementara Roma yang bertandang ke markas Monchengladbach juga mengalami hal yang sama. Bermain imbang hingga 90 menit, Roma kena gol sakit hati di menit ke-90+5. Lagi.  

Solidaritas tanpa batas banget macam anak mahasiswa baru habis ditatar. Ditanya “berapa jumlah kalian?”, jawabnya “satu”.

Satu nama berhasil mencuri perhatian di laga itu. Federico Fazio tampil jadi aktor antagonis sekaligus protagonis setelah mencetak gol bagi kedua tim. Kalau Fazio main sinetron Bawang Merah dan Bawang Putih, ia pasti memerankan keduanya.

Fazio membuat tim tuan rumah memimpin terlebih dahulu setelah mencetak own goal di babak pertama.

Untungnya gol ke gawang sendiri itu langsung dibayar tuntas oleh Fazio. Tidak pakai nunggak-nunggak tunggu awal bulan dulu baru dibayar. Umpan Aleksandar Kolarov diteruskan Fazio langsung menjadi gol.

Petaka benar-benar datang bagi Roma di menit akhir masa injury time. Menit 90+5 nampaknya benar-benar mimpi buruk bagi Roma. Mereka untuk kedua kali kebobolan pada menit tersebut dari Monchengladbach.

Satu gol dari Marcus Thuram membuat Monchengladbach meraih kemenangan 2-1 atas tamunya.

Hasil ini membuat Roma terdampar di peringkat ketiga dengan lima poin. Sama dengan Monchengladbach yang berada di peringkat kedua. Sementara Istanbul Basaksehir memimpin klasemen dengan tujuh poin dan Wolfsberg di posisi buncit bermodal empat poin.

“Kami harus fokus sekarang untuk memenangkan dua pertandingan tersisa dan lolos. Kita tidak bisa memikirkan hal lain,” ujar Paulo Foncesa, dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Squawka/status/1192554074656378880?s=20

Main photo: @squawkanews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here