Iker Casillas akhirnya mengumumkan waktu pensiunnya dia dari sepak bola. Keputusan ini diambil dengan berlinang air mata membasahi pipinya. Meskipun tidak sampai selebay itu juga, tulisan ini hanya hiperbola.

Casillas yang kemarin jadi kipernya FC Porto resmi menggantung sepatu, sarung tangan, seragam, hingga kancutnya. Dia tak lagi jadi pemain bola. Resmi jadi pensiunan yang siap ngangon burung tiap sore.

Casillas telah “berpacaran” dengan sepak bola selama 22 tahun. Perjalanan yang luar biasa dengan segudang prestasi, semua tahu bahwa Casillas ini jagonya enggak ketulungan.

Pada zamannya, hanya ada dua kiper hebat. Yakni Gianluigi Buffon dan Iker Casillas. Keduanya jago dari sudut pandang masing-masing. Dari segi prestasi, jelas Casillas lebih unggul karena sukses meraih banyak trofi UCL. Sedangkan Buffon cuma berharap saja.

Sayangnya, di Real Madrid Casillas terbuang begitu saja. Tanpa ada perpisahan layaknya anak SMA. Dikasih lagu-lagu Tiktok gitu kan lebih syahdu.

Lima tahun bersama Porto, akhirnya waktu pensiun tiba juga. Tak perlu menunggu sampai usia 55 tahun, pada usianya yang ke-39 pria berwajah ganteng tahu diri itu memutuskan pensiun.

“Dalam sebuah perjalanan, yang terpenting adalah jalan yang anda ambil dan juga orang-orang yang menemani anda, bukan tujuan yang ingin anda raih,” ujar Casillas, disalin dari bola.net.

“Saya rasa saya bisa bilang tanpa ragu bahwa saya telah mengambil jalan yang tepat dan mencapai destinasi impian saya. Terima kasih.”

https://twitter.com/TrollFootball/status/1290544832226586624

Keputusan Casillas untuk pensiun ini ditengarai karena penyakit jantung yang ia alami. Tahun lalu, tepatnya pada bulan Mei 2019, Casillas mengalami serangan jantung saat berlatih. Namun ia sudah pulih dari penyakit tersebut.

Namun karena penyakit yang lumayan berbahaya dan bisa mematikan tersebut, ia tidak terlibat dalam skuat FC Porto musim ini, meski pada awal musim ia sebenarnya didaftarkan oleh manajemen Porto.

Casillas sebenarnya sudah mengumumkan pensiun pada Februari 2020 gara-gara penyakit tersebut. Namun dua bulan berselang, ia tetap mengikuti sesi latihan bersama skuat Porto.

Saat momen pengangkatan trofi Piala Super Portugal, rekan-rekan tim Porto meminta Casillas mengangkat trofi bersama kapten Porto, Danilo Pereira, sebagai bentuk penghargaan tertinggi.

Padahal, Casillas tidak bermain sama sekali di turnamen tersebut dan tidak berhak mendapat medali. Namun, itulah yang dilakukan Porto, beda sama klub yang itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here